Rabu, 13 November 2019

Ketika Penulis Senior merasa Galau


Jika Penulis Senior Merasa Galau


Baru kali ini aku merasa galau. Galau yang tak tertahankan. Rusak semua konsentrasi, tak satupun tulisan jadi sebuah artikel.

Sudah puluhan halaman Word aku buka, tulis dan ketika sampai di beberapa paragraf tiba-tiba ide hilang. Aku buka lagi halaman Word untuk menulis topik lain. Tidak membantu dan terjadi lagi.

Aku sudah senior menjadi seorang penulis. Dua puluh tahun lebih aku berkutat dalam dunia tulis menulis. Memang ada saja saat seperti ini. Tak usah dirisaukan  dan pasti dialami oleh semua orang yang menjadikan tulisan sebagai profesi.

Jika dahulu aku menulis dengan menggunakan mesin ketik maka segera kutarik kertas dari roll dan segera kuremas-remas. Kali ini ketika mesin ketik sudah jadi benda antik dan mulai menulis dengan menggunakan laptop rasanya sayang tulisan yang sudah beberapa paragraf kubuang dengan cara menghapusnya.

Aku masih berharap ide ini masih bisa berguna suatu saat ketika pikiran kembali normal.
Tapi sudah puluhan kubuka, isinya hanya dua dan tiga paragraf. 

Topiknyapun macam-macam. Ada calon novel yang kemudian buntu untuk ku teruskan. Ganti topik tentang pengobatan herbal yang saat ini juga sedang kutekuni, juga macet. Kembali ke cerpen dengan topik lain, macet lagi. Begitu terus menerus.

Aku capek, bosan. Sudah hampir delapan jam aku duduk di depan layar laptop, tapi satu pun tidak ada yang selesai.

Aku baringkan tubuhku ke ranjang bambu di belakang meja kerjaku. Ingin mata terpejam tapi pikiran melayang entah kemana. Tidur tidak, badan malah sakit semua.

Akhirnya kutulislah tulisan ini sebagai pelampiasan kebuntuan pikiranku.

Aku tak peduli isinya apa dan tak bermakna apa-apa.

Yang penting segera aku posting tulisan ini agar hidup ada karya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar