Jika Penulis Senior Merasa Galau
Baru kali ini aku merasa galau. Galau yang tak tertahankan. Rusak semua konsentrasi, tak satupun tulisan jadi sebuah artikel.
Sudah puluhan halaman Word aku buka, tulis dan ketika sampai di beberapa paragraf tiba-tiba ide hilang. Aku buka lagi halaman Word untuk menulis topik lain. Tidak membantu dan terjadi lagi.
Aku sudah senior menjadi seorang penulis. Dua puluh tahun lebih aku berkutat dalam dunia tulis menulis. Memang ada saja saat seperti ini. Tak usah dirisaukan dan pasti dialami oleh semua orang yang menjadikan tulisan sebagai profesi.
Jika dahulu aku
menulis dengan menggunakan mesin ketik maka segera kutarik kertas dari roll dan
segera kuremas-remas. Kali ini ketika mesin ketik sudah jadi benda antik dan mulai
menulis dengan menggunakan laptop rasanya sayang tulisan yang sudah beberapa
paragraf kubuang dengan cara menghapusnya.
Aku masih berharap ide
ini masih bisa berguna suatu saat ketika pikiran kembali normal.
Tapi sudah puluhan kubuka,
isinya hanya dua dan tiga paragraf.
Topiknyapun macam-macam. Ada calon novel
yang kemudian buntu untuk ku teruskan. Ganti topik tentang pengobatan herbal
yang saat ini juga sedang kutekuni, juga macet. Kembali ke cerpen dengan topik
lain, macet lagi. Begitu terus menerus.
Aku capek, bosan.
Sudah hampir delapan jam aku duduk di depan layar laptop, tapi satu pun tidak
ada yang selesai.
Aku baringkan tubuhku
ke ranjang bambu di belakang meja kerjaku. Ingin mata terpejam tapi pikiran
melayang entah kemana. Tidur tidak, badan malah sakit semua.
Akhirnya kutulislah
tulisan ini sebagai pelampiasan kebuntuan pikiranku.
Aku tak peduli isinya
apa dan tak bermakna apa-apa.
Yang penting segera aku
posting tulisan ini agar hidup ada karya.
